Satu topik ini benar-benar asyik ya untuk dibahas dan secara pribadi saya memang suka untuk berbagi kepada kalian yang saat ini sedang bimbang karena desakan dari keluarga, teman-teman dan orang-orang disekitar yang selalu menyinggung “Kapan nih kirim undangnnya?” sementara Anda sedang sibuk dengan karir dan kehidupan secara umum karena tidak ada yang mengontrol dengan cara cara tertentu yang membuat perasaan tertekan. Anda tahu kan bagaimana rasanya tertekan? Tidak enak dan menyakitkan!

Lalu mengapa harus menikah hanya karena ucapan orang lain? Kalau Anda menikah dengan alasan untuk menghindar dari singgungan orang, siapa yang akan Anda salahkan jika kehidupan Rumah Tangga tidak harmonis seperti yang Anda bayangkan atau yang Anda lihat di iklan iklan TV atau sosial media yang saat ini sedang berkembang.

Perkawinan adalah komitmen, punya suami yang kaya pun belum menjamin kebahagiaan karena mayoritas mereka yang kita sebut “orang punya” merasa memiliki kekuasaan dan menganggap orang lain atau pasangannya tidak berarti dimatanya dan selalu menyakiti dengan berbagai cara. Jangan salah, tentunya tidak semua orang punya seperti itu lho.

Jangan sampai cara orang lain bisa mempengaruhi prinsip Anda karena hidup adalah saat ini, bukan kemarin apalagi nanti. So, enjoy saja dengan kehidupan Anda yang bisa pergi kemana mana tanpa harus dicurigakan dan kiriman SMS bertubi tubi yang membuat tidak nyaman.

Dalam bahasa inggrinya itu “WHAT THE HELL” dengan ucapan orang lain, selagi Anda tidak menggunakan uang orang lain, tidak menyakiti orang lain dan tidak merampas hak orang lain sebaiknya fokus saja pada diri sendiri.

Saya yakin banyak dari anda yang membaca tulisan ini cukup berpendidikan, sudah mandiri atau ingin mandiri, tetapi situasi membuat Anda goyah. Coba lihat disekitar Anda, apakah mereka yang sudah menikah sudah pasti berbahagia? dan coba perhatikan pasti anda tahu orang orang yang Anda kenal dan cukup mandiri tiba tiba menjadi “MELOMPROT” karena menikah.

Kalau Anda sudah berbahagia dengan diri sendiri mengapa harus merusaknya?
Mungkin ada yang bertanya “Saya ingin menyayangi orang lain karena perasaan kasih sayang ini besar sekali, bagaimana saya bia mencurahkan rasa ini tanpa ada seorang yang bisa saya bagikan?”

Jawaban: Sayangilah mereka yang membutuhkan kasih sayang tanpa berharap.
Caranya bagaimana? Anak yatim, orang tua jompo dan saudara terdekat Anda sendiri. Ingat, memberi itu lebih baik daripada menerima.

Ada yang pernah datang ke saya karena ditinggal oleh kekasihnya yang mengakibatkan sakit hati hingga depressi. Saya sarankan untuk bertanya kepada diri sendiri tentang apa keinginannya yang paling dalam yang belum terwujud?

Dia menjawab, “Saya ingin membantu anak yatim dan membuat mereka bahagia,”
detik itu juga saya ucapkan “Nah, itulah yang kamu cari selama ini karena kamu memiliki kasih sayang yang sangat besar dan selama ini kamu menumpahkan rasa itu ke orang yang tidak membutuhkannya sementara banyak anak yatim yang sangat membutuhkannya.” dia terdiam dan merenung sebentar.

Lalu saya ucapkan, sekarang bayangkan kalau ada seorang yang sangat mencintaimu tetapi kamu tidak mencintainya, bagaimana perasaanmu kalau dia memaksa untuk mencintainya bahkan mengawininya?”

Mencintai itu wajar, tetapi kalau sudah memaksa berarti tidak wajar. Perhatikanlah Bunda Maria, Beliau memberikan cinta kasih tanpa memandang siapa mereka dan tidak berharap apa apa dari mereka, hidupnya tenang dan damai.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencurahkan kasih sayang selain dengan hal kemanusiaan dan salah satunya adalah BERKARYA dalam bidang seni, karena seni yang dilakukan dengan rasa cinta akan mewujudkan seni yang memiliki arti sendiri.Hal ini akan sangat berdampak positif dalam pengambangan diri, kesibukan Anda dalam melakukan hal kemanusiaan dan seni akan sangat menyita banyak waktu dan itulah tanda tanda orang yang berkembang yaitu selalu sibuk dengan ide dan gagasan.

Nah setelah membaca tulisan diatas bagaimana menurut Anda, apakah memaksakan diri untuk menikah dengan seorang yang tidak Anda perlukan dalam kehidupan ini atau mengembangkan diri dengan mencurahkan cinta kasih kepada yang membutuhkannya?

Semoga membantu atas kegalauan Anda saat ini.

[mc4wp_form id=”478″]